Percepat Tanam dan Perkuat Modernisasi Pertanian Melalui Gertam Padi Menggunakan Metode PM AAS
Pasangkayu- Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) merupakan metode budidaya padi yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, data, dan pengelolaan secara presisi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Percepatan tanam padi terus digenjot untuk mendukung peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Sulawesi barat. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat bersama pemerintah daerah dan petani melaksanakan Gerakan Tanam (Gertam) Padi dengan metode Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan Kelompok Tani (Poktan) Sri Organik, Dusun Matoa Jaya, Desa Randomayang, Kec. Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Rabu (30/9/2026).
Gertam dilaksanakan pada lahan seluas 1 hektare dengan menggunakan varietas Inpari 32 dan alat tanam drum seeder. Penerapan mekanisasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat proses tanam sekaligus mendorong penerapan teknologi pertanian modern di tingkat petani.
Pelaksanaan Gertam melibatkan Tim BRMP Sulbar, Dinas Pertanian Kabupaten Pasangkayu, Perwakilan tim Pupuk Indonesia, Camat Kec. Bambalamotu, Ketua Kelompok Substansi Pneyuluh, Ketua Tim Kerja, penyuluh pertanian, serta kelompok petani juga turut hadir.
BRMP Sulbar terus mendorong agar percepatan LTT dibarengi dengan penerapan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi budidaya. Melalui metode PM-AAS, proses tanam diarahkan untuk memanfaatkan mekanisasi sehingga kegiatan di lapangan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terukur.
Penggunaan drum seeder pada Gertam kali ini menjadi salah satu bentuk penerapan mekanisasi dalam budidaya padi. Selain mempercepat proses tanam, penggunaan alat tersebut diharapkan mendukung pertanaman yang lebih seragam dan membantu mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja.
Gertam di Poktan Sri Organik sekaligus menjadi bagian dari pengawalan BRMP Sulbar terhadap implementasi PM-AAS di Kabupaten Pasangkayu. Sinergi bersama pemerintah daerah, penyuluh, dan petani terus diperkuat agar percepatan tanam dapat berjalan sesuai kondisi lapangan dan memberikan dampak terhadap peningkatan produksi padi.
Melalui gerakan tanam ini, BRMP Sulbar memperkuat langkah konkret penerapan pertanian modern dari lahan petani, sekaligus mendukung percepatan LTT sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas dan ketahanan pangan di Kalimantan Tengah.